Senin, 04 November 2024

Hukum Waris Yang Mulai Terlupakan

 


Suatu ketika saat melaksanakan Sholat Jum’at, seorang ustadz menjelaskan suatu hal dalam khotbahnya terkait hukum waris. Sang ustadz bercerita bahwa ada seorang wanita yang meninggal dunia. Qodarullah wanita yang meninggal ini masih memiliki seorang ibu yang masih hidup. Karena anaknya meninggal, secara Hukum Syari’at Islam ibu ini mendapatkan hak waris dari anaknya yang meninggal. Atas dasar hal tersebut, maka ibu ini mendatangi menantunya, yaitu suami dari anak perempuannya yang meninggal tadi. Sang menantu menjawab dan menerangkan bahwa istrinya itu kan ibu rumah tangga, yang berusaha dan bekerja dari pagi sampai petang adalah dirinya. Dengan kata lain istrinya atau anak dari ibu tersebut tidak meninggalkan harta karena harta yang ada ini semua adalah miliknya.

Ini adalah sebuah ilustrasi yang ingin diangkat ke permukaan, karena ini menjadi salah satu kasus dalam permasalahan harta. Hukum waris memang adalah salah satu hukum yang Rasulullah sudah sebut bahwa diantara hukum syari’at Islam yang pertama hilang adalah Ilmu Waris. Hilang dalam konteks tidak diamalkan oleh orang. Jadi kalau ada orang yang meninggal, ahli warisnya itu tidak langsung mengurus pembagian harta dari orang yang meninggal tersebut. Misalkan ada seorang ibu yang meninggal, kemudian anak-anaknya membiarkan saja ayahnya menggunakan harta termasuk harta peninggalan ibunya. Itu menjadi hal yang biasa saja, namun jika ayahnya kemudian menikah lagi, baru anak-anaknya ribut mempermasalahkan harta peninggalan. Ini menjadi sebuah ironi, bahkan di masyarakat saat ini seolah menjadi stigma negatif kalau ada seorang ibu atau ayah meninggal, lalu anaknya segera mengurus pembagian waris padahal masih ada ibu atau ayah nya yang masih hidup, anak-anak ini dicap sebagai anak yang tidak berbakti kepada orang tua.

Padahal berbicara tentang harta waris itu dalam Al-Quran sudah dijelaskan. Terlebih lagi kalau kita berbicara soal harta, memang harta adalah sesuatu yang menarik bagi siapapun, tanpa terkecuali. Dibahasakan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 14, “Zuyyina lin-nāsi ḥubbusy-syahawāti minan-nisā`i wal-banīna wal-qanaṭīril-muqanṭarati minaż-żahabi wal-fiḍḍati wal-khailil-musawwamati wal-an'āmi wal-ḥarṡ, żālika matā'ul-ḥayātid-dun-yā, wallāhu 'indahụ ḥusnul-ma`āb“. Artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)“.

Persoalan waris ini diatur sedemikian rupa oleh syari’at Islam. Bahkan syari’at Islam tidak hanya mengatur urusan waris saja, seluruh urusan keamanan kita sebagai manusia diatur oleh syari’at Islam. Ada hukum yang dibuat untuk menjaga keamanan jiwa, yaitu Hukum Qishas. Orang relatif tidak takut dibunuh orang lain, karena orang yang akan membunuhpun menyadari, jika dia mau membunuh maka resikonya diapun akan dibunuh karena ada hukum qishas. Ada hukum yang dibuat untuk menjaga keamanan akal, orang yang mabuk itu dihukum cambuk sebanyak 80 kali. Kemudian ada hukum yang dibuat untuk menjaga keamanan keluarga yaitu Hukum Nikah. Orang yang melakukan dosa zina muhsan, yaitu jika seseorang yang sedang dalam kondisi pernikahan, ataupun orang yang sudah pernah menikah baik dia seorang duda ataupun janda, kemudian mereka melakukan perselingkuhan dan melakukan zina, itu dalam hukum syari’at Islam mendapatkan hukuman yang paling keras, yaitu dirajam/dilempar batu sampai mati. Kemudian hukum yang dibuat untuk menjaga keamanan harta sudah diatur bagaimana perpindahan hak milik yang harus jelas apakah jual beli, hibah, wakaf, sedekah, hadiah dan lain-lain. Semua hal demi menjaga keamanan kita sebagai manusia itu sudah diatur dalam syari‘at Islam, termasuk persoalan harta peninggalan, itu diatur dalam Hukum Waris.

Kalau kita kembali kepada kasus awal diatas, jarang sekali kita dikeluarga membahas persoalan harta itu milik siapa. Kalau kita menikah kemudian kita masing-masing berkontribusi didalam keluarga. Suami berusaha dengan mencari nafkah diluar, kemudian istri sebagai ibu rumah tangga juga tetap berusaha dengan menjaga keluarga diakui ataupun tidak. Kemudian dari hasil usahanya kita mulai mempunyai rumah, kendaraan dan lain sebagainya. Apakah kita pernah membahas harta tersebut adalah milik siapa. Jarang sekali kita membahas hal tersebut. Padahal idealnya ini dibahas dan ditentukan ini harta siapa. Karena ini sangat berkaitan tatkala terjadi salah satu dari istri atau suami itu meninggal, terkait pembagian harta warisnya harus jelas. Malah yang banyak terjadi di masyarakat, ketika ada seseorang yang meninggal, harta warisnya itu tidak langsung dibagi. Setelah jalan lama sekali baru mulai dibagi, sehingga ada beberapa orang yang seharusnya mendapatkan hak waris jadi tidak kebagian. Ini menjadi salah satu hal yang harus menjadi perhatian karena perpindahan hak milik ini sudah diatur oleh Islam dan jika tidak dilaksanakan berarti ada salah satu pihak yang bisa saja dirugikan.

Berkaitan dengan harta itu bukan hal yang sepele, tetapi adalah hal yang serius. Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 188 dijelaskan, ”Wa lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili“. Artinya, “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil“. Bahkan Rasulullah mengancam keras dalam hadits, “ Barangsiapa yang mengambil sejengkal tanah dengan dzalim maka pada hari Kiamat tanah tersebut akan dikalungkan padanya sebanyak tujuh lapis (HR: Bukhari Muslim).

Mudah-mudahan kita takut dengan ancaman-ancaman yang keras, bagi kita kebahagiaan tentu bukan hanya kebahagiaan di dunia saja, tetapi juga kita berharap kita bisa mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Tentunya dalam perspektif hukum waris, mari kita lapangkan dada untuk bisa menerima syari’at ini, sehingga kita bisa menapatkan ridho dari Allah SWT, dan kita bisa selamat dunia juga akhirat.

Terima kasih

Minggu, 03 November 2024

Tahapan Penulisan Karya Ilmiah


 

Sebelum menulis karya ilmiah, ada baiknya kita memahami tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan dalam menulis karya ilmiah.

Tahapan pertama – Pratulis

Pada tahap ini penulis mempersiapkan apa saja yang akan ditulis pada karya ilmiah. Manfaatnya agar memudahkan penulisan karya ilmiah sekaligus membuat karya ilmiah yang dihasilkan menjadi terarah.

Hal yang pertama harus dilakukan pada tahap pratulis adalah memilih topik dan tema. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih topik dan tema diantaranya, topik yang dipilih berada di sekitar kita, menarik perhatian kita, terpusat pada suatu lingkup yang sempit dan terbatas, memiliki data dan fakta yang objektif, diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya dan harus memiliki sumber acuan.

Kedua adalah menentukan judul. Dalam menentukan judul ada beberapa hal yang harus dihindari seperti :

  • Judul tidak boleh terlalu pendek
  • Judul tidak boleh terlalu panjang
  • Hindari pengulangan kata dan kata yang tidak perlu
  • Hindari penggunaan singkatan

Ketiga adalah mengumpulkan bahan. Bahan penulisan karya ilmiah bisa berupa bahan pustaka dan juga bahan non pustaka.

Keempat adalah membuat outline. Membuat outline begitu penting dalam tahapan penulisan karya ilmiah diantaranya untuk memperjelas karya ilmiah agar mudah dipelajari, memastikan karya ilmiah disusun secara utuh dan total serta memastikan kerapian, keharmonisan, keberimbangan, dan kelengkapan karya ilmiah. Diantara contoh jenis outline adalah outline paragraf dan outline topik.

Tahapan kedua – Pembuatan

Dalam pembuatan karya ilmiah ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya asas penulisan, pedoman penulisan dan sikap ilmiah.

Asas-asas penulisan yang baik diantaranya :

  • Kejelasan. Tulisan yang jelas diharapkan mudah dimengerti/dipahami sehingga tidak mungkin terjadi salah tafsir.
  • Keringkasan. Kalimat tidak terlalu panjang atau pendek
  • Ketepatan. Tulisan harus menyampaikan butir gagasan kepada pembaca tepat seperti apa yang dimaksud penulis.
  • Kesatupaduan. Semua tulisan mengarah pada gagasan utama.
  • Pertautan. Membangun koherensi antara satu kata dengan kata yang lain, antara klausa dengan klausa yang lain, antara kalimat dengan kalimat yang lain dan antara paragraf dengan paragraf yang lain.
  • Penegasan. Hal yang ingin ditonjolkan dalam tulisan.

Selain itu, ada sembilan pedoman menghasilkan karya ilmiah yang jelas, yaitu:

  1. Usahakan kalimat-kalimat yang pendek
  2. Pilihlah yang sederhana ketimbang yang rumit
  3. Pilihlah kata yang umum dikenal
  4. Hindari kata-kata yang tidak perlu
  5. Berilah tindakan dalam kata-kata kerja
  6. Pakailah istilah-istilah yang pembaca dapat menggambarkannya
  7. Kaitkan dengan pengalaman pembaca
  8. Manfaatkan sepenuhnya keberagaman
  9. Mengaranglah untuk mengungkapkan, bukan untuk mengesankan

Dalam tahap pembuatan ini juga ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan alinea/paragraf. Paragraf diawali dengan pokok pikiran/gagasan utama, selanjutnya pada kalimat kedua pokok pikiran didukung oleh kalimat subordinat, kemudian kalimat ketiga dapat mengomentari atau memberi keterangan lebih lanjut dari kalimat kedua.

Terakhir dalam tahap pembuatan, kita harus memperhatikan sikap ilmiah dalam pembuatan karya ilmiah diantaranya yaitu ingin tahu, kritis, terbuka, objektif, menghargai karya orang lain, mempertahankan kebenaran dan memiliki pandangan jauh kedepan.

Tahapan ketiga – Revisi

Dalam tahap ini, setelah karya ilmiah selesai dibuat jangan langsung membuat publikasi. Penulis harus memastikan bahwa tidak ada kesalahan pada karya ilmiah yang telah dibuat.

Diantara proses revisi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Memperhatikan makna suatu teks yang mungkin akan dirubah
  • Memperhatikan kontek umum yang mungkin tidak mengandung makna

Tahapan keempat – Penyuntingan

Setelah melakukan proses revisi terhadap semua paragraf dan isi keseluruhan karya ilmiah, jika dirasa sudah sesuai maka tahap selanjutnya adalah proses penyuntingan. Pada tahap ini penulis memeriksa kembali seluruh teks agar tidak terjadi kesalahan penulisan.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap penyuntingan, yaitu:

  • Ejaan
  • Tata bahasa
  • Kebenaran fakta
  • Legalitas
  • Konsistensi
  • Gaya penulis

Tahapan kelima – Publikasi

Setelah selesai melakukan proses penyuntingan, tahapan terakhir adalah proses publikasi. Karya ilmiah yang sudah selesai tidak bisa disebut karya ilmiah jika tidak mendapatkan pengakuan dari orang lain. Maka dari itu penulis harus mempunyai keberanian untuk mempublikasikan hasil karya ilmiahnya.

Proses publikasi bisa dilakukan melalui media massa maupun melalui tatap muka.

Demikian tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pembuatan karya ilmiah.

Terima kasih.

Jumat, 25 Oktober 2024

Pengenalan Teks Akademik Serta Manfaat & Tujuan Menulis

 

Dewasa ini media sosial ramai sekali digunakan oleh banyak orang. Bukan hanya ramai oleh Gen Alpha dan Gen Z saja, Gen Y bahkan Gen X pun ramai-ramai menjadi penggunanya. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat serta berbagai kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi tersebut ber-implikasi terhadap meningkatnya penggunaan media sosial di masyarakat.

Dengan adanya penggunaan media sosial tersebut, secara logika minat masyarakat terhadap membaca seharusnya meningkat. Karena penggunaan media sosial tidak terlepas dari penggunaan teks-teks dan tulisan-tulisan. Artinya ketika masyarakat menggunakan media sosial, mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan tulisan-tulisan baik itu yang berasal dari berita-berita maupun saat mereka berinteraksi dengan menggunakan aplikasi perpesanan.

Tetapi beberapa hal menggelitik sering kali terlihat saat kita memperhatikan perilaku masyarakat saat menggunakan media sosial. Sebagai contoh terkadang banyak orang yang terkecoh mengirimkan komentar pada sebuat postingan berita, padahal jika diperhatikan komentar yang mereka kirim tidak relevan dengan isi berita atau tulisan yang dikomentari. Mereka kadang terkecoh dengan clickbait dari sebuah judul berita yang padahal isi dari berita itu tidak sepenuhnya sesuai dengan judul yang ada. Ini artinya, minat membaca masyarakat masih tergolong rendah sekalipun penggunaan media sosial ini semakin massive.

Rendahnya minat membaca, sudah barang tentu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat menulis di masyarakat. Faktanya, UNESCO menyebutkan bahwa  Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah soal literasi. Mereka juga menyebutkan bahwa persentase minat baca masyarakat Indonesia hanyalah 0,001%. Artinya jika kita ambil sample sebanyak 1000 orang, hanya 1 orang dari seluruh sample itu yang memiliki minat membaca.

Kondisi ini menjadi sangat ironis karena berbanding terbalik dengan persentase kepemilikan gadget masyarakat Indonesia. Menurut UNESCO sebanyak 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget. Sekitar 21% dari total 282 juta jumlah penduduk Indonesia pada semester 1 tahun 2024. Dan menduduki peringkat kelima dari atas perihal kepemilikan gadget.

Disamping itu penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu sebanyak 9 jam setiap hari untuk menatap layar gadget. Tetapi dengan sekian banyak waktu yang dihabiskan untuk menatap layar gadget, minat baca masyarakat masih tergolong rendah. Media sosial belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk peningkatan minat membaca dan menulis oleh masyarakat.

Membaca dan menulis adalah hal yang sangat penting bagi kita semua. banyak sekali manfaat yang akan didapat jika kita membiasakan untuk membaca dan menulis. Tuhan telah menganugerahkan kita otak untuk bisa kita manfaatkan. Tinggal apakah kita mau memanfaatkannya untuk hal yang mermanfaat atau tidak.

Diantara manfaat menulis bagi kita adalah dapat mencegah kepikunan karena dengan menulis akan senantiasa melatih otak kita untuk berfikir dan bekerja, sehingga itu sangat baik untuk menjaga otak kita dari potensi kepikunan serta dapat meningkatkan daya ingat. Selanjutnya menulis juga bermanfaat sebagai perekam sejarah. Sebagaimana kita tahu, banyak sejarah yang bisa kita pelajari rata-rata dari tulisan-tulisan para pelaku sejarah tersebut. Menulis juga bisa bermanfaat sebagai media dakwah. Dakwah tidak hanya bisa dilakukan secara konvensional dari mimbar ke mimbar, tapi juga bisa dilakukan melalui tulisan. Selain itu menulis juga bermanfaat sebagai media belajar dan sebagai media komunikasi bagi kita.

Tujuan kita menulis diantaranya untuk mempengaruhi, mengabarkan dan juga untuk mengungkapkan. Mempengaruhi dalam arti tulisan kita bisa saja menjadi panduan ataupun inspirasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Mengabarkan dalam arti kita dapat memberikan berita atau informasi bagi siapapun dengan bentuk tulisan. Juga kita dapat mengungkapkan sesuatu hal juga dalam bentuk tulisan, misal kita menyampaikan pendapat, saran atau kritkan melalui tulisan.

Sebelum mulai menulis, kita harus memahami bentuk teks yang biasa terdapat dalam tulisan.

     Teks Narasi

Merupakan karangan yang bertujuan untuk mengisahkan atau bercerita. Karangan ini disusun berdasarkan urutan waktu, memiliki tokoh, dan terdapat konflik. Contohnya Cerpen, Novel.

Teks Argumentasi

Adalah karangan yang dibuat untuk menyampaikan suatu gagasan, pemikiran, pendapat, ide, atau opini penulis yang disertai dengan bukti dan alasan untuk meyakinkan pembaca.

Teks Deskripsi

Adalah karangan yang memberikan gambaran atau kesan terhadap objek, tempat, gagasan, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan oleh penulis. Tujuan penulisan teks deskripsi adalah memberikan gambaran yang jelas tentang sesuatu.

Teks Eksposisi

Adalah karangan yang bertujuan untuk menjelaskan, memaparkan, mengajarkan, menyampaikan informasi, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca mengikuti atau menerimanya.

Selain itu juga untuk ada bentuk tulisan atau teks yang disebut teks akademik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya teks yang digunakan dalam kegiatan akademik, seperti makalah, jurnal, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut para ahli, teks akademik adalah teks yang ditulis dengan tujuan menyampaikan informasi ilmiah dengan menggunakan bahasa formal dan baku. Dengan kata lain teks akademik juga bisa kita sebut dengan Karya Tulis Ilmiah. Penjelasan mengenai Karya Tulis Ilmiah akan kita bahas pada postingan selanjutnya.

Terima kasih

Senin, 14 Mei 2012

LOGICO



APA ITU LOGICO
Logico adalah program yang dapat membantu anak-anak untuk mulai mendapatkan keterampilan penting yang diperlukan untuk sukses di sekolah. Logico menyediakan banyak latihan bagi mereka yang membutuhkan penguatan tambahan, menawarkan tantangan lebih kepada mereka yang siap untuk maju. Logico sangat menyenangkan bahkan anak-anak tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengembangkan keterampilan mereka dalam hal visual, kesadaran pola diskriminasi, menyortir dan mengklasifikasikan, mengurutkan, sensitifitas pada nomor dan pengenalan kata.
Logico menyediakan banyak latihan bagi mereka yang membutuhkan penguat tambahan dan juga menawarkan tantangan lebih kepada mereka yang siap untuk maju dalam kemampuan berpikir mereka. Orang tua dapat bernafas lega mengetahui bahwa program ini telah dikembangkan oleh pendidik yang berpengalaman dan telah diuji untuk efektivitas pengembangan keterampilan berpikir anak.
PENGHARGAAN YANG DITERIMA
 
      Dikembangkan di Jerman sejak tahun 1993
-     Digunakan di berbagian Negara (lebih dari 25 negara)
-     Berdasarkan hasil prestasi, program LOGICO berada pada kategori bergengsi sebagai metode belajar
-     Uji coba alat ini masih terus dilakukan, sehingga penghargaan baru terus diraihnya
LOGICO memberikan solusi terdepan untuk perkembangan pendidikan anak



BAGIAN-BAGIAN LOGICO
 
-     Papan Peraga
Terbuat dari plastik yang aman, tersedia celah di bagian depan untuk tempat lembar-lembar soal. Dilengkapi dengan aneka tombol warna warni sebagai penunjuk.



Buku
Berisi materi belajar yang memuat pilihan tema dengan tingkat-tingkat kesulitan materi belajar yang berbeda-beda.






LEMBAR SOAL
Lembar muka ditandai dengan perintah  yang terdapat dibagian atas lembar soal. Pada lembar soal tersebut dibagi 2 kolom, kolom sebelah kiri memuat soal yang harus dikerjakan, dan kolom kanan menjadi pilihan jawaban.

 

BOX LOGICO
Menjadi kemasan lengkap yang berisi buku-buku materi belajar.

 

KELEBIHAN LOGICO

1. Dirancang dengan mempertimbangkan perkembangan psikologi anak
2. Cenderung dinikmati sebagai permainan yang mengasikkan
3. Menumbuhkan kreativitas dan imajinasi
4. Mengembangkan kemampuan kognitif dan motorik
5. Mengasah kemampuan berpikir logis yang mengarah pada pemecahan masalah
6. Mengembangkan kemampuan mengidentifikasi permasalahan secara visual
7. Menumbuhkan semangat pantang menyerah dan usaha mandiri
8. Dalam kelompok,membangun kemampuan berinteraksi dengan orang lain, melalui diskusi
dan perdebatan-perdebatan yang menyenangkan
9. Dalam kelompok, menjadi wahana latihan berkomunikasi
10. Menggairahkan, karena gambar warna-warni, pilihan topik, dan tingkat kesulitan yang amat bervariasi
11. Aman dan tidak mudah rusak
12. Mudah dimainkan


CARA MEMAINKAN LOGICO 
1. Masukkan lembar soal pada celah papan melalui sisi atas
2. Pastikan seluruh keping warna pada papan terletak di bagian bawah
3. Perhatikan kesesuaian warna keping dengan warna bulatan pada gambar soal (proses identifikasi) . Warna keping pada papan mewakili soal yang ditandai dengan bulatan berwarna sama
4. Temukan jawaban (hubungan) yang tepat atas setiap soal dengan pilihan jawaban yang tersedia
5. Geserlah keping warna yang mewakili soal ke sisi jawaban yang benar
6. Demikian seterusnya, sampai seluruh keping di bagian bawah bergeser kebagian kanan, dan seluruh soal terjawab
7. Untuk memeriksa jawaban, cabut kertas soal dari papan, dibalik, dan dimasukkan lagi
Sisi kedua lembar kertas itu memuat jawaban soal, yang ditandai gambar bulatan warna disebelah kanan dalam urutan yang benar
8. Jika urutan keping warna yang telah digeser ke sebelah kanan papan (dari atas ke bawah) persis sama dengan urutan gambar bulatan warna pada kertas lembar jawaban, berarti seluruh soal telah diselesaikan dengan benar.






Coba Demo untuk mencoba bermain

Contoh video 
 
Note: cara ini berlaku untuk seluruh lembar soal dan semua jenis permainan LOGICO (Primo, Piccolo, dan Maximo)


JENIS-JENIS LOGICO



 
LOGICO PRIMO
Logico jenis ini tepatnya diberikan kepada anak-anak Pra-TK/PAUD sampai TK. Memuat gambar-gambar sederhana dengan kombinasi warna dan situasi atau kondisi yang memungkinkan anak-anak mengidentifikasi aneka macam hal disekitar lingkungan mereka.
Tampilan gambar dan permasalahan yang disajikan amat sederhana, membangkitkan motivasi anak untuk tahu lebih banyak, mencoba terus-menerus, dan berjuang untuk mencapai sukses.
Type Logico Primo
LOGICO Primo 1 (Kreatifitas Pra-TK/PAUD)
LOGICO Primo 2 (Kreatifitas TK)
Terdiri dari 1 papan LOGICO Primo dan 8 buah buku yang terdiri dari 16 soal per buku.

LOGICO PICCOLO
Logico jenis ini tepatnya diberikan kepada anak-anak usia SD Kelas 1 dan 2. Memuat aneka soal matematika, bahasa, pengetahuan umum, dan lain-lain yang disajikan dalam gambar dan angka, mulai dari tingkat sederhana sampai tingkat yang lebih rumit. Target utama paket ini adalah menanamkan kepekaan anak akan konsep-konsep bilangan (number sense), bahasa, dan ilmu pengetahuan lainnya, agar siap mempelajarinya lebih lanjut di kemudian hari.
Type Logico Piccolo
LOGICO Piccolo 1 (Matematika SD kelas 1)
LOGICO Piccolo 2 (Bahasa Inggris Beginner 1)
LOGICO Piccolo 3 (Matematika SD kelas 2)
LOGICO Piccolo 4 (Pengetahuan Umum)
LOGICO Piccolo 5 (Bahasa Inggris Beginner 2) Lanjutan Piccolo 2
Terdiri dari 1 papan LOGICO PICCOLO dan 10 buah buku yang terdiri dari 16 soal per buku.

LOGICO MAXIMO
Logico jenis ini dirancang khusus untuk memperkenalkan konsep bilangan dan logika matematika kepada anak. Paket ini disiapkan dalam 4 program berjenjang bagi anak-anak usia Kelas 3, 4, 5, dan 6 SD.
Target utamanya memperkenalkan dan melatih anak agar mahir menjumlah, mengurangi, mengalikan, dan membagi bilangan cacah; terampil mengenali bangun ruang dan menghitung dengan rumus; memahami dan menyelesaikan soal cerita dengan bahasa matematika; berpikir logis, kritis, cermat, kreatif; dan menyukai pelajaran matematika.
Type Logico Maximo
LOGICO Maximo 1 (Matematika SD kelas 1)
LOGICO Maximo 2 (Bahasa Inggris Intermediate 1)
LOGICO Maximo 3 (Matematika Kelas 4 SD)
LOGICO Maximo 4 (Matematika Kelas 5 SD)
LOGICO Maximo 6 (B. Inggris Intermediate 2) Lanjutan Maximo 2
Terdiri dari 1 papan LOGICO PICCOLO dan 8 buah buku yang terdiri dari 16 soal per buku.

DAFTAR HARGA LOGICO





 











Analisis Prediksi Kredit Macet Berbasis Data Mining: Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam dengan Algoritma Random Forest

Pendahuluan Sektor keuangan, terutama lembaga pembiayaan mikro seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP), senantiasa dihadapkan pada risiko kre...