Senin, 27 Januari 2025

Analisis Kecerdasan Emosional untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan UMKM Pengrajin Sepatu Homemade Cibaduyut

 

(1)Firmansyah (2)Mohamad Ikbal (3)Muhamad Indra (4)Ratna Intan Sari

Universitas Teknologi Digital

Jl. Cibogo No.Indah 3, Mekarjaya, Kec. Rancasari, Kota Bandung

 

Abstract

The purpose of this study is to analyze the picture of emotional intelligence in improving the performance of SMEs of Cibaduyut homemade shoe craftsmen. Measurement of emotional intelligence consists of aspects of the relationship of emotional intelligence with product quality, with productivity and job satisfaction. This research was conducted at the Cibaduyut homemade shoe UMKM in Bandung Regency. This research uses a qualitative descriptive analysis method where data collection is done by interview. The number of informants used as samepl is 3 informants using the Snow Ball Sampling technique. The results obtained from this statement state that the emotional intelligence of UMKM homemade shoe craftsmen Cibaduyut shows that when emotional intelligence can be managed properly, the results of product quality, productivity and job satisfaction are getting higher. Suggestions that can be given to improve employee emotional intelligence and its positive impact on performance, it is necessary to implement strategies in order to improve employee emotional intelligence and will have a positive impact on performance and overall company success.

 

Keywords: Emotional intelligence, SME performance, productivity.

 

Abstrak

Tujuan dari dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran kecerdasan emosional dalam meningkatkan kinerja UMKM pengrajin sepatu homemade Cibaduyut. Pengukuran kecerdasan emosional terdiri dari aspek hubungan kecerdasan emosional dengan kualitas produk, dengan produktivitas dan kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan di UMKM sepatu homemade Cibaduyut Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Jumlah informan yang dijadikan samepl yaitu sebanyak 3 informan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Snow Ball Sampling. Hasil yang diperoleh dari pernyataan ini menyatakan bahwa kecerdasan emosional UMKM pengrajin sepatu homemade Cibaduyut menunjukkan bahwa ketika kecerdasan emosinal dapat dikelola dengan baik maka hasil kualitas produk, produktivitas dan kepuasan kerja semakin tinggi. Saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan kecerdasan emosional karyawan dan dampak positifnya pada kinerja maka perlu implementasi strategi-strategi agar dapat meningkatkan kecerdasan emosional karyawan dan akan berdampak positif pada kinerja dan keseluruhan kesuksesan perusahaan.

 

Kata kunci: Kecerdasan emosional, kinerja UMKM, produktifitas.

 

PENDAHULUAN

Latar belakang

Cibaduyut, sebagai sentra industri sepatu handmade ternama di Indonesia, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pengrajin. Kecerdasan emosional, yang meliputi kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri serta orang lain, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja karyawan di sektor ini.

UMKM pengrajin sepatu handmade di Cibaduyut seringkali menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan yang ketat, perubahan tren pasar, dan keterbatasan sumber daya. Dalam konteks ini, kecerdasan emosional dapat menjadi alat yang ampuh bagi para pengrajin untuk mengatasi tekanan, membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan rekan kerja, serta beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi positif dengan kinerja karyawan. Karyawan dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih produktif, kreatif, dan memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi. Di sektor pengrajin sepatu handmade, kecerdasan emosional dapat membantu meningkatkan kualitas produk, pelayanan pelanggan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan desain.

Dalam era globalisasi, persaingan bisnis semakin sengit. Kualitas produk saja tidak lagi cukup untuk memenangkan pasar. Pelayanan yang baik, yang didukung oleh kecerdasan emosional para karyawan, menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah usaha. Dengan meningkatkan kecerdasan emosional para pengrajin di Cibaduyut, diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk lokal dan memperkuat posisi Cibaduyut sebagai sentra industri sepatu handmade kelas dunia.

 

KAJIAN TEORI

Kinerja Karyawan

Menurut Robert Bacal dalam (Kaswan & Sadikin Akhyadi, 2015) Kinerja karyawan mengacu pada tingkat kontribusi yang diberikan terhadap tujuan pekerjaan atau unit kerja dan perusahaan atau organisasi sebagai hasil dari upaya dan penerapan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan. Kinerja karyawan mencerminkan perilaku karyawan di tempat kerja sebagai uji keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan untuk berkontribusi atau menambah nilai pada tujuan organisasi.

Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Rahayu et al., 2023) Kinerja adalah hasil dan pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang diberikan selama jangka waktu tertentu. Kinerja karyawan adalah kemampuan untuk mencapai tujuan kerja, dimana tujuan kerja tertentu dapat ditetapkan pada waktu yang sesuai atau tidak mengganggu waktu yang tersedia sehingga tujuan tersebut sejalan dengan etika atau moral perusahaan.

Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional menurut Goleman dalam (Susanty Johanis & Tarigan, 2024) mengacu pada kemampuan seseorang untuk secara akurat dan cepat mengekspresikan emosinya sebagai respons terhadap rangsangan. Istilah kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengkomunikasikan perasaan dan pikiran yang ada pada diri kita sendiri atau orang lain. Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan tertentu yang diajarkan untuk mengenali, memahami, dan sepenuhnya merangkul perasaan dengan cara yang dapat diandalkan serta menganalisis emosi sehingga kemampuan tersebut dikatakan bersifat mendukung.

Menurut Salovey dan Mayer, dalam (Rizmiardhani, 2015) menyatakan bahwa kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengekspresikan emosi dengan tepat baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain dalam suatu hubungan. Kemampuan ini sangat berbeda dan lebih menonjol dibandingkan dengan kemampuan akademis murni, yang merupakan kemampuan kognitif yang berkorelasi dengan IQ. Kecerdasan emosional tidak sama dengan kecerdasan intelektual atau kognitif, namun keduanya berinteraksi dengan cara yang dinamis, baik di ranah konseptual maupun di dunia nyata.

Menurut (Utaminingsih et al., 2022) kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami kondisi emosional diri sendiri atau orang lain sehingga seseorang dapat menggunakannya dengan tepat dan sesuai dengan kondisi tersebut. Penting bagi karyawan untuk memiliki kecerdasan emosional agar mereka dapat menciptakan opini yang kuat bahkan ketika mereka tidak berada dalam tekanan.

Kecerdasan emosional memiliki lima komponen menurut Goleman (2005:513) dalam (Wulandari et al., 2021) yang secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai. Lima komponen tersebut yaitu kesadaran diri, pengaturan diri sendiri, motivasi, empati dan keterampilan sosial. Kesadaran diri adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri, pengaturan diri adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan emosi, motivasi adalah kemampuan untuk mempertahankan tingkat etika kerja yang tinggi, empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, dan keterampilan sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut (Sugiyono, 2024) metode penelitian kualitatif adalah pendekatan yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk menyelidiki objek dalam kondisi alami. Dalam metode ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi (kombinasi berbagai metode), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.

Penelitian kualitatif tidak menggunakan statistik populasi; namun, Spradley dalam (Sugiyono, 2024) mendefinisikan konteks sosial, atau skenario sosial, terdiri dari tiga elemen yaitu lokasi, aktor, dan aktivitas yang berinteraksi secara komplementer.

Adapun situasi sosial dalam penelitian ini adalah karyawan UMKM pengrajin sepatu handmade Cibaduyut karena penelitian ini membahas mengenai kecerdasan emosional dalam meningkatkan kinerja UMKM pengrajin sepatu handmade Cibaduyut.

Menemukan informasi kunci dengan teknik purposive sampling adalah cara yang tepat untuk memahami kondisi internal dan eksternal karyawan UMKM pengrajin sepatu handmade Cibaduyut.

Selanjutnya, penelitian ini menggunakan teknik Snow Ball Sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang melibatkan bantuan dari informan kunci dan berkembang sesuai dengan arahan mereka hingga diperoleh sampel yang cukup (data mencapai kejenuhan). Pemilihan Snow Ball Sampling bertujuan untuk mengumpulkan pendapat karyawan UMKM mengenai kecerdasan emosional mereka.

Teknik analisis data yang digunakan menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2024), yang mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Berikut langkah dalam analisis data tersebut, yaitu:

a)      Reduksi Data (Data Reduction) langkah awal dalam analisis data melibatkan pengenalan dan penekanan pada aspek-aspek yang paling penting, sekaligus mengidentifikasi tema serta pola yang muncul. Proses reduksi data ini bertujuan untuk menyaring atau merangkum informasi yang telah dikumpulkan di lokasi penelitian, sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih terstruktur dan mempermudah proses pengumpulan data berikutnya.

b)    Penyajian Data (Data Display) setelah proses reduksi data selesai, langkah berikutnya adalah menyajikan data dalam format yang ringkas, seperti deskripsi singkat, diagram, hubungan antar kategori, flowchart, dan bentuk lainnya. Penyajian data ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman mengenai situasi yang ada serta merencanakan langkah-langkah selanjutnya berdasarkan pemahaman tersebut. Dengan cara ini, peneliti dapat menganalisis data dengan lebih efektif dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengolahan data.

c)     Verifikasi (Conclusion Drawing) langkah berikutnya dalam analisis data adalah menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi. Kesimpulan awal yang dihasilkan bersifat sementara dan dapat berubah jika tidak ada bukti signifikan yang ditemukan pada tahap pengumpulan data selanjutnya.

 

PEMBAHASAN

Dalam hal pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan UMKM pengrajin sepatu handmade Cibaduyut, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional karyawan UMKM pembuat sepatu handmade di Cibaduyut memiliki lima dimensi utama:

Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Banyak karyawan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap emosi mereka sendiri, terutama ketika menghadapi tekanan pekerjaan seperti memenuhi tenggat waktu pesanan pelanggan. Namun, beberapa karyawan menyatakan kesulitan mengelola emosi negatif ketika menghadapi kritik dari atasan atau pelanggan.

Pengelolaan Diri (Self-Management)

Karyawan yang memiliki pengalaman kerja lebih dari lima tahun cenderung lebih mampu mengelola stres dan tetap tenang dalam situasi yang menantang. Mereka juga menunjukkan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, terutama ketika menghadapi volume kerja yang tinggi.

Kesadaran Sosial (Social Awareness)

Kesadaran terhadap kebutuhan pelanggan menjadi aspek penting dalam pekerjaan karyawan UMKM ini. Para karyawan yang berhasil memahami preferensi pelanggan biasanya mampu memberikan layanan yang lebih memuaskan. Namun, sebagian karyawan merasa sulit memahami bahasa tubuh atau ekspresi emosi pelanggan yang kurang jelas.

Pengelolaan Hubungan (Relationship Management)

Interaksi antaranggota tim menjadi tantangan utama. Beberapa karyawan mengaku sering mengalami konflik kecil dengan rekan kerja terkait pembagian tugas. Namun, mayoritas karyawan berhasil menyelesaikan konflik tersebut melalui komunikasi terbuka dan dukungan dari atasan.

Motivasi (Motivation)

Sebagian besar karyawan termotivasi oleh rasa bangga terhadap produk yang dihasilkan dan keinginan untuk mempertahankan kualitas produk sepatu handmade. Hal ini menjadi salah satu pendorong utama dalam menghadapi tantangan pekerjaan.

Berdasarkan hasil wawancara, maka didapat hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan emosional dengan aspek-aspek terkait pekerjaan di UMKM pengrajin Sepatu handmade Cibaduyut, antara lain:

1.     Hubungan antara kecerdasan emosional dan kualitas produk

Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa karyawan dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi cenderung:

·       Lebih mampu mengelola stres selama proses produksi.

·       Mampu menjaga konsistensi dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi.

·       Bersedia menerima umpan balik dari rekan kerja atau atasan untuk meningkatkan kualitas hasil kerja mereka.

Kutipan wawancara:
"Ketika saya merasa tenang dan fokus, hasil kerja saya lebih rapi dan pelanggan lebih puas." (Karyawan A)

2.     Hubungan antara kecerdasan emosional dan produktivitas

Karyawan dengan kecerdasan emosional tinggi menunjukkan:

·       Kemampuan untuk memotivasi diri meskipun menghadapi tekanan produksi.

·       Ketahanan terhadap konflik di tempat kerja yang dapat menghambat produktivitas.

·       Interaksi yang lebih baik dengan tim, yang mendukung kolaborasi efektif.

Kutipan wawancara:
"Kalau emosi saya stabil, saya bisa bekerja lebih cepat tanpa merasa terbebani." (Karyawan B)

3.     Hubungan antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja

Faktor-faktor yang meningkatkan kepuasan kerja terkait kecerdasan emosional meliputi:

·       Kemampuan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan rekan kerja.

·       Rasa percaya diri yang muncul dari kemampuan mengelola tantangan emosional.

·       Persepsi lingkungan kerja yang mendukung dan tidak terlalu stres.

Kutipan wawancara:
"Saat saya bisa bicara dengan teman kerja atau atasan dengan baik, pekerjaan jadi lebih ringan." (Karyawan C)

Terakhir, bagaimana strategi yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosional karyawan UMKM pengrajin sepatu handmade Cibaduyut sehingga berdampak positif pada kinerja mereka, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.     Pelatihan Kecerdasan Emosional

Pengelola UMKM disarankan untuk menyelenggarakan pelatihan yang fokus pada pengelolaan emosi, keterampilan komunikasi, dan manajemen konflik.

2.     Membangun Budaya Kerja Positif

Mendorong budaya kerja yang mendukung komunikasi terbuka dan saling menghargai dapat meningkatkan hubungan antaranggota tim.

3.     Dukungan Psikologis

Memberikan dukungan berupa konseling atau mentoring dapat membantu karyawan mengelola stres dan meningkatkan kepuasan kerja.

 

KESIMPULAN

Penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memainkan peran penting dalam kinerja karyawan di UMKM pengrajin sepatu handmade Cibaduyut. Kecerdasan emosional memiliki lima dimensi utama: Kesadaran Diri, Pengelolaan Diri, Kesadaran Sosial, Pengelolaan Hubungan, dan Motivasi. Berikut adalah poin-poin utama dari hasil penelitian:

1)    Kesadaran Diri (Self-Awareness): Banyak karyawan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap emosi mereka sendiri, namun beberapa masih kesulitan mengelola emosi negatif.

2)    Pengelolaan Diri (Self-Management): Karyawan berpengalaman cenderung lebih mampu mengelola stres dan tetap termotivasi dalam situasi menantang.

3)    Kesadaran Sosial (Social Awareness): Kesadaran terhadap kebutuhan pelanggan menjadi penting, meski beberapa karyawan kesulitan memahami bahasa tubuh atau ekspresi emosi pelanggan.

4)    Pengelolaan Hubungan (Relationship Management): Meskipun ada konflik kecil dalam tim, mayoritas karyawan berhasil menyelesaikannya melalui komunikasi terbuka dan dukungan dari atasan.

5)    Motivasi (Motivation): Rasa bangga terhadap produk dan keinginan untuk mempertahankan kualitas menjadi pendorong utama kinerja karyawan.

Penelitian ini juga menemukan hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan kualitas produk, produktivitas, dan kepuasan kerja.

Saran

Untuk meningkatkan kecerdasan emosional karyawan dan dampak positifnya pada kinerja mereka, Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan emosional karyawan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kinerja mereka dan keseluruhan kesuksesan perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Kaswan, & Sadikin Akhyadi, A. (2015). Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.

Rahayu, A., Sudarijati, Yuningsih, E., & Gemina, D. (2023). Kinerja Karyawan Berbasis Kecerdasan Emosional Dan Iklim Organisasi. Jurnal Manajemen Dan Bisnis.

Rizmiardhani, A. (2015). Analisis Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan Kinerja Pustakawan Bagian Layanan Sirkulasi UPT Perpustakaan UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG. Jurnal Ilmu Perpustakaan.

Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanty Johanis, F., & Tarigan, E. (2024). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Komunikasi Interpersonal Perawat Dengan Pasien. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, 7.

Utaminingsih, S., Hardhienata, Soewarto, H., & Sunardi, O. (2022). Peningkatan Kinerja Guru (Tuntutan Profesionalitas Guru PAUD ). Pascal Books.

Wulandari, Burhanuddin, & Mustari, N. (2021). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Kecamatan SAPE Kabupaten Bima. Jurnal Unismuh, 2.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analisis Prediksi Kredit Macet Berbasis Data Mining: Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam dengan Algoritma Random Forest

Pendahuluan Sektor keuangan, terutama lembaga pembiayaan mikro seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP), senantiasa dihadapkan pada risiko kre...