Jumat, 28 Oktober 2011

Bangsa Lemuria - Bangsa Yang Hilang

Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban
Atlantis.Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000
SM – 11000 SM.Jika kita lihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.

Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran
catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut. Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang
dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat(tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan. Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.
Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi ,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce,Seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama. Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel crystal2
‘old soul’ yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan dibawah perairan Yonaguni,Jepang,mungkinkah monument2 ini merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik,teknologi
dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia
dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi,sangat damai dan bermoral.
Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada
saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat
ingin menaklukkan bangsa-bangsa didunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang
dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat. Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik,invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.
sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian,mereka tidak
dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean,sehingga dalam
sekejap,Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi,mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades.
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetap diplanet lain
ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada
saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa
mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh2 hari.Tentunya penguasaan
teknologi yang sama pada era peradaban kita ini,belum bisa disandingkan dengan
kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.(Baca artikel Piri Reis Map sebagai
bahan pertimbangan).
Dari sekelumit kisah yang aq uraikan diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa para
Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami
oleh para Atlantean,namun karena peranglah yang membuat sebagain dari mereka
berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatis wilayah Lemuria
dikuasai oleh para Atlantean,sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh
bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa
daratan lainnya,termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.


Istana Taifurkhafi di Istanbul, Turki, tersimpan selembar peta kuno yang sangat unik. Peta kuno yang terbuat dari bahan kulit rusa (Gazelle skin) ini ditemukan pada awal abad ke-18, sekilas jika dilihat mungkin hanyalah merupakan selembar replika peta daratan dimasa masa lalu. Dalam peta tersebut, hanya kawasan Laut Tengah yang tergambar secara persis, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua Afrika tergambar sangat berbeda.
Kemudian, di saat para ilmuwan menelitinya dengan lebih lanjut, hasil yang diperoleh sangat mengejutkan, karena ternyata peta kuno ini sebenarnya adalah gambar pandangan udara dari atas angkasa yang sangat detail dan terperinci. Jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8, maka peta kuno Turki ini bagaikan fotokopinya. Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno tsb, sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan bentuk rumit permukaan bumi kutub selatan yang tertutup lapisan es tebal,Tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan pada tahun 1952 yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah lapisan es.
Lalu siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar? Dari penemuan peta kuno ini menjadi suatu bukti akan kemajuan pengetahuan ilmu astronomi peradaban masa silam yang sampai detik inipun belum bisa dikuasai oleh manusia-manusia zaman sekarang yang notabene mungkin mempunyai peralatan yang lebih canggih dari mereka. Studi lebih lanjut mengatakan mungkin mereka telah dapat menciptakan suatu trobosan teknologi yang luar biasa pada masa itu,seperti telah melakukan penjelajahan luar angkasa dan pendaratan diplanet lain. Apalagi hal tersebut didukung oleh beberapa penemuan artifak2 kuno yang menggambarkan beberapa gambaran imajinasi astronot2 pada masa silam. Lalu, mungkinkah nenek moyang kita sudah ada yang bermigrasi dan menetap diplanet-planet lain yang memiliki karakteristik mirip dengan bumi yang pada saat mungkin belum dapat ditemukan keberadaannya oleh para astronom kita? Jikalau benar demikian, apakah ada benarnya juga kisah mengenai bangsa Lemuria yang dikisahkan sebagain penduduknya banyak yang bermigrasi keluar dari Bumi untuk mencari tempat tinggal baru diplanet lain ketika diambang kekalahannya dengan bangsa Atlantis pada dahulu kala? wallahualam bi sahawab.

Sumber:
http://yentilupkuroi.wordpress.com/2008/08/19/bangsa-lemuriabangsa-yg-hilang/

Kamis, 27 Oktober 2011

Subhanallah,, Sangkakala Kiamat Ditemukan!!!!


“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung.
“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu? Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
Lihat gambar bentuk alam semesta dibawah ini:
Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.
Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”
Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :
“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!
Wallahua’lam Bisshowa.

sumber:
http://apakabardunia.info/benarkah-bentuk-semesta-seperti-terompet-yang-akan-ditiup-sebagai-sangkakala-saat-kiamat/

Rabu, 26 Oktober 2011

ANGGRAENI NOVIA DHITA


Hari ini 7 hari selepas kepergianmu, we will always loving you..

16 Mei 2011 - 03:00AM. Aku menulis ini saat dimana air mataku akhirnya bisa kulepas tanpa tertahan, tanpa dibentengi dengan ego karna menjadi seorang laki-laki, yang rasanya tidak pantas untuk mengeluarkan air mata didepan banyak orang. Tertahan air mataku tadi saat melihat kenyataan di depan mata bahwa sahabatku yang selama ini berjuang bersama untuk keluar dari belenggu penyesalan ternyata pergi meninggalkanku untuk selamanya, tepat di hari ulang tahunku, dan tepat setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku di Facebook. Anggraeni Novia Dhita. Satu nama dan satu cerita, walaupun belum lama aku mengenalnya, namun telah banyak sekali kenangan dengannya. Teman, Kakak sekaligus sahabatku.
6 Juli 2009, awal kita berkenalan. Ternyata kalo diitung belum lama juga ea, hehehe.. Berawal dari kesamaan takdir, hingga tercipta kedekatan dalam sebuah ikatan persahabatan, walaupun mungkin baru seumur jagung kita mengenal satu sama lain, namun terasa sudah sangat lama sekali kita saling mengenal. Anggraeni Novia Dhita, kamu wanita yang humoris, cepat sekali akrab sekalipun dengan teman baru. Walaupun sempat kamu bilang "da c aku mah, kalo baru kenalan ama orang, pasti orang ntu nganggapnya aku cwe jutex, padahalll.. wuih belum tau dya, hehehe". Kamu anggap dirimu sebagai seorang yang sulit sekali beradaptasi dengan sebuah pertemanan baru, namun aku rasa tidak, buktinya baru beberapa hari aku kenal kamu, aku sudah punya panggilan resmi buat kamu, "MALAIKAT BAKSO", hahaha.. aku dapat ilham buat ngasih nama itu karena setiap kali kita chating, yang dibahas makan bakso, makan bakso dan makan bakso.. haha.. kalo kata malaikat aku ambil dari account YM kamu "angel05sweety". Darimu aku dapat satu filosofi "Don't judge the book by the cover n' if you don't know who i am, don't judge me", dalem banget ternyata artinya. hemmzzztttt...
Hari berganti hari, banyak sekali yang sudah dilalui, pernah suatu saat pas kita nonton "Dalam Mihrab Cinta", aku godain kamu soalnya ternyata dirimu nangis, hahaha.. padahal sebenernya aku juga sedih liat film itu, cuma karena aku liat kamu nangis, jadi ada sesuatu yang bisa buat aku ngehindar dengan cara memojokkan kamu yang sedang nangis, jadi gak ketahuan deh kalo sebenernya aku nangis juga,, HAHAHAHA... Trus inget gak waktu pertama kali kita pada nonton bareng di BTC, ada yang mukanya merah banget karena malu abizzz, karena ternyata dia dicegat security saat mau masuk theater, ya iyalah yang lain tas dipake buat nyimpen make up ato mukena ato apa kek, ini malah dipake nyimpen chiki, roti ama minuman, HAHAHAHAHA.. alhasil, saat itu kita jadinya beli minuman ama pop corn dari theater thu, tapi kayaknya boro-boro mu makan makanannya, yang ada pada bete gtu mukanya, mana filmnya ga seru lagi, halah halah, hehehehehe.. sampe pas film sesesai, aku jadi umpan buat thu security, buat ngambil tas yang tadi disita, hehe.. tapi seru juga kalo inget itu, jadi pengen liat muka pada bete nya lagi, hehe. Truz udah gtu suka ada yang ngambek kalo kita-kita pada maen teh, soalnya dya ga diajak, haha.. Truz lagi gmn serunya saat kita rame-rame maen ke car free day, foto-fotomu masih ada thu di komputerku. seneng banget rasanya saat itu, soalnya itu pertama kalinya aku ikutan senam aerobik, bareng ibu-ibu pula, hahahaha.. pengalaman yang ga kan pernah terlupakan. tapi ya gitu, setiap aku anter kamu pulang, aku hanya anter kamu sampai depan gang rumah kamu, ga pernah aku masuk, paling kalo kamu bilang suruh masuk, aku cuma bilang suatu saat aku bakalan masuk kedalem. Dan ternyata itu kesampean teh..
Hari itu datang, hari dimana itu adalah hari ulang tahunku. pagi-pagi dirimu ngewall ngucapin selamat ulang tahun buatku. "Ibay suribay... met milad,,,, be better n success 4 everything,,, cpt married, haha ;D diantoz we mkn2 na wkwkwkwk :p". Itu isi wall yang kamu kirim ke facebook ku. sama sekali aku tidak menyangka itu adalah nasihat dan do'a terakhir darimu untukku. sore hari baru kubalas wall mu, aku gak tahu kalo ternyata saat aku membalas waal mu itu, kamu sedang berjuang melawan maut, kamu sedang lemah tak berdaya dan tak sadarkan diri. Jam 9 malam tanggal 15 Mei 2011, aku mendapatkan kabar dari temanmu "Bay, ente dimana? katanya Dhita kecelakaan". Tersentak hatiku. Aku belum membayangkan bahwa dampak kecelakaan itu membuatmu berbaring tak berdaya. Segera kuhubungi saudaramu, "Ya bay, tadi mba Dhita kecelakaan, jatoh dari motor di daerah Sumedang. Mohon do'anya ya bay sekarang mba Dhita masih ga sadar di ICU". Seolah-olah tak percaya, aku merasa otot kakiku serasa ditarik dari tulangnya, lemas, tak sanggup mencoba berdiri. Sahabat baikku sedang menderita, sedang berjuang menantang maut yang ada dihadapan. Aku tak berani untuk membayangkan bagaimana kejadian yang menimpa dirimu, aku tak berani untuk membayangkan bagaimana rasa sakit yang kamu rasakan ketika kamu mengalami kecelakaan itu, aku tak berani membayangkan bagaimana keadaanmu saat terbaring lemah tak berdaya, aku tak sanggup, aku tak sanggup untuk membayangkan itu semua karena aku yakin semua itu sangat menyakitkan bagimu. Aku juga tak berani mengira-ngira bagaimanakah yang akan terjadi kedepannya, apakah kamu akan menang melawan maut ataupun kamu akan menyerah, aku tak berani mengira. Aku hanya berani untuk berdo'a, berdo'a setulus hatiku agar kamu mampu melewati ini semua, agar kamu kuat karena aku yakin kamu wanita yang kuat. Namun aku tidak bisa menyembunyikan kegelisahanku, aku terus gelisah memikirkan kamu, sampai datang satu pesan dari temanmu "Bay, tadi kabar terkahir Dhita anfal, minta do'anya ya bay, Ika lemes, Ika ga nyangka tapi Ika yakin Dhita mah kuat". Begitu mendapat pesan tersebut, aku kembali lemas, fikiranku melayang tak tentu arah, kegelisahan terus menjadi. Dalam do'a yang terus terpanjat terselip rasa kekhawatiran yang begitu dalam. Akhirnya aku putuskan untuk datang ke rumah sakit tempatmu berjuang, aku kirim pesan pada temanmu bahwa aku sudah tidak bisa berfikir jernih, aku ingin segera pergi ke rumah sakit untuk sekedar melihatmu. Temanmu menjawab, "ya bay, Ika juga ga berani lagi untuk bertanya kabarnya dya seperti apa, Ika sudah ga berani untuk mendengar kabar apapun bay". Begitu jawabnya, namun ternyata kabar itu datang hanya dalam hitungan menit setelah aku terima pesan tadi. Belum sempat aku pergi ke rumah sakit, HP ku kembali berbunyi, ada pesan "bay, Dhita udah ga ada". Dadaku sesak melihat pesan tersebut, langsung kuhubungi temanmu yang mengirim sms tersebut, dia ternyata tak bisa berkata apa-apa, hanya tangisan yang keluar dari mulut dia, aku sama sekali tak menyangka, begitu cepat dirimu pergi sahabat. Dalam keadaan masih tak percaya, akupun memutuskan untuk pergi kerumahmu karena aku tahu tak lama lagi kamu akan dibawa pulang kerumah untuk disemayamkan. Aku hubungi temanku untuk menemaniku karena aku yakin aku tak akan sanggup melihatmu tanpa didampingi temanku. Aku pergi, aku pacu kendaraanku untuk menuju rumahmu, lamunan tentangmu terus berkelebatan sepanjang perjalananku, jalanan yang selalu kita lalui sebelumnya terus saja menghantuiku, mengingatkanku pada sosok dirimu, aku masih merasa seakan kamu masih ada, serasa aku datang untuk menjemputmu, mengajakmu bermain seperti biasa, aku sama sekali tak mengira saat itu aku menuju rumahmu untuk melihat jenazahmu. Akhirnya aku sampai, aku disambut oleh saudaramu, akhirnya setelah sekian lama, aku penuhi janjiku, aku datang, aku masuk kerumahmu seperti apa yang selalu kamu tawarkan ketika aku mengantarkanmu pulang, aku masuk, akhirnya aku masuk, tapi why?? dimana kamu?? aku sekarang sudah masuk, sudah memenuhi ajakanmu, tapi dimana kamu? sesaat aku memang melupakan apa yang sedang terjadi padamu, aku merasakan bahwa akhirnya aku bisa masuk juga kerumahmu, tapi aku kecewa kenapa kamu tidak menyambutku, kenapa kamu tidak ada untuk menyuguhkan makanan seperti apa yang kamu lakukan untuk menggodaku agar mau masuk kerumahmu. Yang aku lihat hanyalah sekumpulan ibu-ibu yang sedang berkumpul, kemudian aku dikenalkan oleh saudaramu kepada seorang ibu, ya seorang ibu yang sedang terduduk lemas bersandarkan bantal, seorang ibu yang kulihat sedang mengeluarkan air mata dengan nafas tersengal, aku dikenalkan, ternyata dia ibumu, akhirnya aku bertemu juga dengan ibumu, aku salami beliau, namun mungkin rupanya sedang banyak sekali fikiran yang ada di benak ibumu, aku melihat beliau lemah sekali, tatapannya kosong. Kulihat lagi ke sekeliling, seorang ibu tergolek lemah dihadapanku, aku tak berani menyapa, aku tanyakan kepada saudaramu, "siapa beliau?", "Bude" jawabnya. Namun tak lama kemudian terdengar jeritan dari beliau "mana si Ita? mana si Ita?? Mana??", serta merta sebagian saudaramu menghampirinya, menenangkannya. Setelah itu aku tak sanggup untuk berada disekeliling mereka, aku semakin tidak paham apa yang terjadi. Aku bilang kepada saudaramu untuk keluar dan duduk di serambi. Aku bertanya kepada saudaramu, "kapan teh Dhita pulang?", ia jawab "Sedang dalam perjalanan, sebentar lagi insya Allah sampai". Kuputuskan untuk duduk di serambi bersama temanku, tak lama kemudian temanmu datang, dia datang dengan wajah yang sembab, seperti habis menangis dengan waktu yang sangat panjang, aku sapa dia, terasa lemah sekali keadaanya, aku bisa merasakan itu saat aku bersalaman dengannya, seolah dia merasakan apa yang aku rasakan tadi saat aku masih dirumah, kemudian dia bertanya "Dhita sudah pulang?", aku jawab "sedang diperjalanan, sebentar lagi sampai". Aku kembali duduk, aku jadi bertanya, kenapa saat ini aku yang menunggu kamu? bukankah seharusnya kamu yang menunggu kedatanganku, temanmu sudah datang, tapi kamu tidak ada dirumah, baiklah aku akan menunggumu karena aku sudah rindu kepadamu, sudah lama aku tak bertemu kamu, hanya dalam dunia maya saja kita sering komunikasi. Akhirnya waktu itu datang, saudaramu bilang, kamu udah didepan, bahagia hatiku akhirnya kamu datang juga, aku tak sabar untuk berkata kepadamu, ini aku datang, aku penuhi janjiku padamu teman. Aku merasa kedatanganmu disambut bagaikan seorang ratu, ya seorang ratu. Aku tahu itu karena menjelang kamu masuk, semua orang berdiri, kursi-kursi yang menghalangi jalan disingkirkan agar tidak menghalangi jalanmu. Aku berfikir seperti inikah penyambutanmu setiap kali kamu pulang? dari kejauhan aku melihat beberapa pemuda sedang menyiapkan tandu, aku kembali berfikir bahwa ini adalah penyambutan seorang ratu, ya seorang ratu yang untuk masuk saja dinaikkan keatas tandu dan diangkat oleh para pengawalnya. Sayup-sayup kudengar lafadz "Lailahaillallah.. Lailahaillallah.. Lailahaillallah..". lafadz itu mengiringi kedatanganmu, aku bergeser tempat di pintu masuk ke rumahmu sehingga aku tak bisa melihat dirimu yang sedang ditandu. lafadz itu semakin terdengar dengan jelas, hatiku bergetar, apakah ini cara mereka setiap menyambut kedatanganmu?. Suara itu semakin jelas terdengar lalu kemudian tandu pun lewat, kamu lewat, namun mengapa kamu berbaring?, tidak duduk sembari melambaikan tangan seperti biasa seorang ratu melambaikan tangan kepada rakyatnya. Kamu hanya berbaring, itupun tanpa aku bisa melihatmu karena tubuhmu tertutupi kain berwarna biru. Pupus sudah harapanku untuk melihat wajahmu, hilang sudah apa yang menjadi bayanganku untuk melihat matamu yang indah, tak ada senyum darimu yang seharusnya tahu aku memenuhi undanganmu. Akhirnya kamu masuk lebih dahulu, aku diam diluar, duduk, karena aku merasa kamu tak mempersilakanku untuk masuk. Temanmu disampingku semakin terisak menangis. Semakin keras sedu sedannya. Aku kembali tersadar, aku bukan ada disana untuk menyambut kedatanganmu, aku bukan berada disana untuk melihat senyum manismu, bukan untuk melihat matamu yang indah ataupun tawamu yang riang. Aku tersadar aku berada disana untuk menyambutmu yang telah pergi meninggalkanku untuk selamanya. Aku tersadar saat ini aku sudah tidak bisa lagi berkata kepadamu bahwa aku memenuhi janjiku. Aku tersadar. Terdengar sayup-sayup seorang ustadz sedang membacakan do'a, rumahmu semakin penuh dengan bacaan-bacaan ayat suci Al-Quran. Aku masih terdiam diluar, tubuhku lemas, gairahku hilang. Setelah beberapa lama akhirnya temanmu memanggilku masuk. Akhirnya kini aku berada didekatmu, aku bertemu kamu walau dalam keadaan yang sama sekali tidak aku inginkan. Walau air mata ini tidak kukeluarkan, namun aku yakin kamu tahu bahwa hati ini sakit sekali, dada ini sesak, batinku menangis, seperti inikah kado ulang tahun yang kau beri untukku.
Aku tak sempat meminta maaf atas segala kenakalanku kepadamu, tak mungkin lagi ada nasihat-nasihat darimu yang mengingatkanku untuk menjadi lelaki yang lebih baik, tak mungkin lagi bisa kudengar keluh kesahmu, tak mungkin lagi ku mendapat pesan darimu, semangat darimu, semua tak mungkin lagi. Aku akan selalu mengingatmu sebagai kakak yang sudah memberikan semangat kepadaku untuk selalu kuat, selalu bangkit dari keterpurukan, dan itu sudah terbukti, kita sudah pernah bangkit dari keterpurukan yang kita alami bersama. Aku tidak akan lupa semua nasihatmu sahabat. Dan jika kamu bertanya seperti apa yang menjadi profile pictures terkahir kamu di facebook "Who Loves you?", we all together still loving you, always, everyday, everytime and maybe until the end, ya.. until the end of the day that we will see you again. Kami semua akan sangat merindukanmu, Ibay, Ajenk, Mba Ikok, kang acep, Petoy , Andi dan smua temen-temen juga sahabatmu yang lain pasti akan sangat merindukanmu. Semoga kamu ditempatkan pada tempat terindah disisi-Nya. Amien..

Analisis Prediksi Kredit Macet Berbasis Data Mining: Studi Kasus Koperasi Simpan Pinjam dengan Algoritma Random Forest

Pendahuluan Sektor keuangan, terutama lembaga pembiayaan mikro seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP), senantiasa dihadapkan pada risiko kre...