Dewasa ini media sosial ramai sekali digunakan oleh banyak orang. Bukan hanya ramai oleh Gen Alpha dan Gen Z saja, Gen Y bahkan Gen X pun ramai-ramai menjadi penggunanya. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat serta berbagai kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi tersebut ber-implikasi terhadap meningkatnya penggunaan media sosial di masyarakat.
Dengan adanya penggunaan media sosial tersebut, secara logika minat masyarakat terhadap membaca seharusnya meningkat. Karena penggunaan media sosial tidak terlepas dari penggunaan teks-teks dan tulisan-tulisan. Artinya ketika masyarakat menggunakan media sosial, mereka akan lebih banyak berinteraksi dengan tulisan-tulisan baik itu yang berasal dari berita-berita maupun saat mereka berinteraksi dengan menggunakan aplikasi perpesanan.
Rendahnya minat membaca, sudah barang tentu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat menulis di masyarakat. Faktanya, UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah soal literasi. Mereka juga menyebutkan bahwa persentase minat baca masyarakat Indonesia hanyalah 0,001%. Artinya jika kita ambil sample sebanyak 1000 orang, hanya 1 orang dari seluruh sample itu yang memiliki minat membaca.
Kondisi ini menjadi sangat ironis karena berbanding terbalik dengan persentase kepemilikan gadget masyarakat Indonesia. Menurut UNESCO sebanyak 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget. Sekitar 21% dari total 282 juta jumlah penduduk Indonesia pada semester 1 tahun 2024. Dan menduduki peringkat kelima dari atas perihal kepemilikan gadget.
Disamping itu penelitian mengungkapkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu sebanyak 9 jam setiap hari untuk menatap layar gadget. Tetapi dengan sekian banyak waktu yang dihabiskan untuk menatap layar gadget, minat baca masyarakat masih tergolong rendah. Media sosial belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk peningkatan minat membaca dan menulis oleh masyarakat.
Tujuan kita menulis diantaranya untuk mempengaruhi, mengabarkan dan juga untuk mengungkapkan. Mempengaruhi dalam arti tulisan kita bisa saja menjadi panduan ataupun inspirasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Mengabarkan dalam arti kita dapat memberikan berita atau informasi bagi siapapun dengan bentuk tulisan. Juga kita dapat mengungkapkan sesuatu hal juga dalam bentuk tulisan, misal kita menyampaikan pendapat, saran atau kritkan melalui tulisan.
Sebelum mulai menulis, kita harus memahami bentuk teks yang biasa terdapat dalam tulisan.
Teks Narasi
Merupakan karangan yang bertujuan untuk mengisahkan atau bercerita. Karangan ini disusun berdasarkan urutan waktu, memiliki tokoh, dan terdapat konflik. Contohnya Cerpen, Novel.
Teks Argumentasi
Adalah karangan yang dibuat untuk menyampaikan suatu gagasan, pemikiran, pendapat, ide, atau opini penulis yang disertai dengan bukti dan alasan untuk meyakinkan pembaca.
Teks Deskripsi
Adalah karangan yang memberikan gambaran atau kesan terhadap objek, tempat, gagasan, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan oleh penulis. Tujuan penulisan teks deskripsi adalah memberikan gambaran yang jelas tentang sesuatu.
Teks Eksposisi
Adalah karangan yang bertujuan untuk menjelaskan, memaparkan, mengajarkan, menyampaikan informasi, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca mengikuti atau menerimanya.
Selain itu juga untuk ada bentuk tulisan atau teks yang disebut teks akademik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya teks yang digunakan dalam kegiatan akademik, seperti makalah, jurnal, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut para ahli, teks akademik adalah teks yang ditulis dengan tujuan menyampaikan informasi ilmiah dengan menggunakan bahasa formal dan baku. Dengan kata lain teks akademik juga bisa kita sebut dengan Karya Tulis Ilmiah. Penjelasan mengenai Karya Tulis Ilmiah akan kita bahas pada postingan selanjutnya.
Terima kasih
